Bos Jalan Tol Borong Semua Dagangan Saat PPKM

Duit gak jalan, Bos Tol Beli Semua Barang Selama PPKM | Dealer didesak untuk pergi lebih awal

bos-jalan-tol

Seiring jumlah kasus positif Covid-19 yang meningkat tajam akibat penyebaran virus Delta varian baru, pemerintah kembali memberlakukan PPKM (Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di sejumlah daerah.

Pemerintah bahkan diharuskan melakukan isolasi wilayah dan patroli ketat untuk mengurangi potensi keramaian di masyarakat.

Razia kerap dilakukan oleh aparat terkait keberadaan PPKM darurat tersebut.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada sejumlah kalangan menengah ke bawah, khususnya para pedagang yang terpaksa harus disiplin.

Namun, upaya pengendalian yang dilakukan oleh bos tol Jusuf Hamka ini patut diapresiasi.

Bersama Walikota Jakarta Pusat Dhani Sukma, Camat Johar Baru, Nurhelmi Savitri, beberapa anggota Satpol PP, Jusuf mengunjungi para pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan.

Agar para pedagang pulang dan mengikuti kebijakan PPKM, Yusuf Hamka punya ide yang cukup brilian.

Ia pun dengan senang hati membeli barang apa saja yang ditemukan di pinggir jalan dari pedagang kaki lima, kemudian makanan itu dibagikan kepada warga yang mengasingkan diri.

Jusuf Hamka berkeliling kawasan Johar Baru dengan berjalan kaki bersama Dhani Sukma dan Nurhelmi Savitri.

Setiap bertemu dengan vendor, mereka juga menanyakan berapa banyak barang yang bisa mereka beli dalam satu waktu.
Potret Bos Tol Jusuf Hamka, Pedagang Kecil Masa Darurat PPkm Beli A84fd

“Pak, berapa porsi nasi yang bisa Anda ambil? Berapa porsi yang bisa Anda jual dalam satu hari jika itu nasi goreng, bihun goreng atau semacamnya?” 2021).

“Kalau habis bisa dapat 30, kira-kira 30 kali lipatnya 13 ribu rupiah,” jawab si pedagang.

“Oke berarti Rp 390.000. Saya beli semuanya ya. Bikininnya enak buat orang yang isomaniak di sini, nanti teman-teman Satpol pakai PP (nasi goreng),” kata Yusuf.

Awalnya, pengedar sebenarnya takut dengan kedatangan rombongan Satpol PP. Ini dikirim langsung ke Jusuf Hamka.

“Terima kasih Pak, saya awalnya takut,” jawab saudagar itu, yang dijawab Yusuf sambil tertawa.

Selama operasi, Yusuf Hamka terlihat sangat ramah dengan para pedagang. Diakuinya, aksi ini merupakan ide bersama Wali Kota Jakarta Pusat dan Camat Johar Baru.

“Kalau sudah siap, pulang ya,” kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhani Sukma.

Menurut Jusuf, hal ini tidak hanya membantu barang mereka cepat habis, tetapi juga agar pedagang siap mematuhi aturan tutup jam 8 malam.

“Ada PPKM, kita dukung pemerintah agar pandemi cepat berlalu. Kita sama-sama bekerja sama antara Pemkot dan saya untuk membantu. Agar bisa segera pulang,” kata Jusuf.

Setelah semua barang terbeli, rombongan Satpol PP yang bertugas langsung membawa barang tersebut dan membagikannya kepada warga yang mengasingkan diri dan fakir miskin.

“Semua ini dibeli oleh walikota dan Yusuf Hamka ya, jadi harus pulang. Dukung program pemerintah jam 8 pagi di rumah saja,” kata Yusuf.

“Nantinya, makanan akan dikumpulkan di kecamatan untuk kemudian dibagikan kepada isomaniak dan teman-teman yang terpinggirkan. Semoga bisa diadopsi oleh yang lain. Itu ide Pak Dhani Sukma,” imbuhnya.

Sebelum Jusuf mengakhiri operasi, ia juga berpesan, yang menangkapi warga yang masih memiliki kelebihan materi cukup sedikit.

Secara khusus beliau berpesan kepada rekan-rekan bisnis yang masih memiliki sarana materil untuk menghubungi saudara-saudara yang terkena PPKM setiap saat.

“Semoga UMKM tetap eksis. Maka saya menghimbau kepada teman-teman pengusaha yang mampu untuk membantu saudara-saudara kita. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau tidak sekarang kapan lagi,” kata Yusuf.

Sumber :